Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

galau again

Kuawali hariku dengan mendoakanmu Agar kau s'lalu sehat dan bahagia disana,,Sebelum kau melupakanku lebih jauh..
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh..
 Ku tak pernah berharap kau kan merindukan Keberadaanku yang menyedihkan ini..Ku hanya ingin bila kau melihatku kapanpun,Dimanapun hatimu kan berkata seperti ini
"Pria inilah yang jatuh hati padamu
Pria inilah yang kan s'lalu memujamu"
Akulah orang yang selalu menaruh bunga Dan menuliskan cinta di atas meja kerjamu
Akulah orang yang kan s'lalu mengawasimu Menikmati indahmu dari sisi gelapku
 Dan biarkan aku jadi pemujamu Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku..
Tenanglah, tenang pujaan hatiku sayang,,Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Mungkin kau takkan pernah tahu,Betapa mudahnya Kau untuk di kagumi
Mungkin kau takkan pernah sadar,Betapa mudahnya Kau untuk di cintaiii... I
Karena hanya dengan perasaan Rinduku yang dalam padamu Kupertahankan hidup
Maka hanya dengan jejak-jejak hatimuAda artiku telusuri hidu…

ciri-ciri orang alay!!

maaf nih ya sebelumnya, coba baca dulu. ga maksud nyindir kalian, tapi hmmmm gimana yaa.. jenuh juga liat ALAY dimana-mana.. nih CIRI-CIRI ALAY 
A. TULISAN 1. Suka gede-kecil . Ex: eH KmW lAgIy apHa?? BlS KmEnt AQuwG DumS. [sampai ga bisa di bedain mana 'i' ,mana 'L'] 2. Bahasanya sok imut dan lebay. Ex: aduch aquw lupa niyh… Kmebeluw lgiy phaa??,,,,,.. Ett fs akyu dunt.. Hihihi,imyud kant aque,,,,,…. [najis ! tanda koma dan titik nya itu yaoloh apa banget] 3. Nick akun internet sok paling oke. Ex: princez yatti.. Queen munawaroh.. Tati qiyutz abiyz.. Marniiy imud.. Omazt teopebeggetthe. [zz..]
4. EYD nya lebay tulisan. . . . .jadi . . . . : 1. Aku : Akyu, aquwh, akug, kuu, etc 2. Kamu : kmuw, qm, kamyu, etc , etc 3. Lagi : agg, lagy, agiy, etc 4. Apa : aph, appa, aphaa, apva, etc 5. Nanti : ntiy, ntii, nhantiy 6. Knapa : nphaa,naph,qnpa, etc 7. Maksud : mkcutt,maksudt,magsyut,etc 8. Masa : mshaa,msaa,mzaa,mca,mz,etc 9. Sih : cie,cy,cih,cyieh, etc 10. Siapa : saph,cph…

kumpulan puisi AADC

Gambar
1.      Oleh: Rako Prijanto Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar Setiap nafas yang terhembus adalah kata Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan Tangan kita terikat Lidah kita menyatu Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu Hanya angin meniup saja Lalu terbang hilang tak ada Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau Jiwa ini tandu maka duduk saja Maka akan kita bawa Semua Karena.. Kita.. Adalah.. SATU

2.      Oleh: Rako Prijanto

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera

setiap detik

Setiap detik dalam hidupku diwarnai pengkhianatan Terlalu kejam tuk jadi kenyataan Terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk Dan tangis pun tak sanggup menggambarkan apapun
Lalu lagu mengalunkan nada empati Seolah tahu perasaan apa ini Seandainya semudah itu menerima kenyataan Seandainya ia tak merampas seluruh napasku Seandainya ia menyisakan sedikit untukku Agar setidaknya ku bisa berlari lagi
Benar kiasan menyayat hati Teriris tipis dan tertusuk tombak dalam-dalam Bilamana darah yang tak terhenti Mengucur dari irisan nadiku Seperti itulah sakit yang abadi
Napasku direnggutnya Nyawaku dicarinya Ia mengambil semuanya Setiap detik dalam hidupku

patah hati

Engkau yang sedang patah hati Menangislah dan jangan ragu ungkapkan Betapa pedih hati yang tersakiti Racun yang membunuhmu secara perlahan
Engkau yang saat ini pilu Betapa menanggung beban kepedihan Tumpahkan sakit itu dalam tangismu Yang menusuk relung hati yang paling dalam
Hanya diri sendiri Yang tak mungkin orang lain akan mengerti Di sini ku temani kau dalam tangismu Bila air mata dapat cairkan hati Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti Anggaplah semua ini Satu langkah dewasakan diri Dan tak terpungkiri Juga bagi...
Engkau yang hatinya terluka Di peluk nestapa tersapu derita Seiring saat keringnya air mata Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya
Hanya diri sendiri Yang tak mungkin orang lain akan mengerti Di sini ku temani kau dalam tangismu Bila air mata dapat cairkan hati Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu Agar kulihat, senyum di tidurmu malam nanti Anggaplah semua ini Satu langkah dewasakan diri Dan tak terpungkiri Juga bagi.…

sebait mengenang ayah

aku tak mampu mengantarkan kepergianmu.. 
Langit mendung turut berduka .. 
Orang-orang riuh rendah bercerita tentang segala amal kebaikanmu .. 

Aku datang kepadamu ayah , semilir dibawah kamboja dan nisanmu.. 

Aku menangis berdoa 
mengenang segala salah dan dosaku kepadamu. 

Kepergianmu seketika mendewasakan aku. 
Mengajarkan aku betapa penting arti hidup untuk menjadi berguna bagi sesama.. 

Kepergianmu mengajarku bagaimana harus mencintai dan menyayangi.. 
Bagaimana harus tulus berkorban dan bersabar. 
Bagaimana harus berjuang demi anak2nya hingga saat terakhir hayatmu.. 
Engkau terus berdoa demi kebahagian anak2mu . 
Hari ini aku menemuimu ayah. 
Lewat sebait puisi untuk mengenang mu. 
Bila datang saatnya nanti akan aku ceritakan segala kebesaran dan keagunganmu bersama embun fajar kemarauku serta doa smoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisINYA. 
AYAH AKU MERINDUKANMU

harmoni cinta

Embun kesunyian menyayat kulit ini Tak terasa jarum jam terus berlari Ingin mengulang semua yang terjadi Entah mengapa dilapisi tembok terlarang Mata menatap ke atas Hampa…. Hening…. Begitulah lalu lintas cinta… Tak mengenal jasanya Mengingat semua memorinya Terhempas angin embun pagi Shimponi yang tak terlewatkan kenangannya Jiwa yang tak terlindungi Raga yang menyendiri Seolah menjerit dengan semua ini Tak tahu mengapa ini terjadi Shimponi yang terlewatkan Harmoni yang telah terjadi Seolah mengerak di benakku Menggesang dihatiku Siapakah dia sekarang? Kemana dia yang dulu? Apa yang terjadi? Kapan ini semua berakhir? Memandangnya bahagia Melihatnya tersenyum senang Menyimaknya bagai angin Yang terus mengikutimu………. CINTA

hakikat cintaa

Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki. 

Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar 
Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya 
Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku…Aura wujudmu benar-benar mempesona, jikalau matahari tak terbit , cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya. Bila rembulan enggan datang dimalam hari, kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu 
Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai gitar, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah 
Pesona wajahmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi. Andaikata seorang pemuda tidak mampu menatap wajahmu , maka mendengar namamu saja sudah cukup untuk mengembalikan gairahnya yang hilang.. 

Dalam setiap lamunan ak…

galaunya anak muda

Untuk kamu yang tak mengerti.. 
Disaat galau yang tertinggi diriku itu pasti karena kamu,cause why? Slalu ada kamu dalam fkiran di saat itu. 
Spertinya kamu blum bisa ngerti sm keadaan yg sering aku alami akhir2 ini. 
Saat ku mengatakan 'have fun ya sm yg baru..' itu adalah saat puncak dari segala kegalauan itu. 
Berulang kali kukatakan 'aku sendiri..' 
tapi engkau tak menghiraukan,kau kira aku memiliki banyak pendamping. 
Tak semudah itu,aku bukan seorang dalang yang memainkan wanita layaknya wayang kulit. 
Tau ga? Selama ini aku ga peduli sama orang-orang selain kamu yg bilang 'dzaki aku syg kamu dan sbagainya..' 
siapapun itu aku ga peduli,kecuali itu terlontar dari kamu. 
I don't care to anyone else,my heart just hearing for you only.. 
Sampai detik ini masih kupegang prinsip itu. 
Ku berusaha agar semua perkataanku pdamu tak menjadi dusta bagiku hingga saatnya berakhir jika memang keadaan tak mendukung hatiku tuk memegang prinsip itu lagi. 

For you who can't u…