Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Rindu

Gambar
"Kenapa titiknya ada enam?"

"Soalnya kangennya berlipatganda,"

"Nggak bisa, kalau enam itu berlebihan, dua itu kekurangan. Rindu itu secukupnya aja, sesuai kadarnya, tiga titik, atau tidak sama sekali."

--------------------

Saya pernah mengalami semacam perasaan tak terdefinisi, utamanya akhir-akhir ini. Rasanya seperti apa? Seperti menyantap kuah soto yang telah dicampur beragam racikan lucu-lucuan dengan rasa muntahan. Seperti merasakan adonan asam-manis-asin-pahit dalam sebuah bongkahan kue. Seperti padanan antara ingin buang air, berada di tengah deadline sembari menemukan uang ratusan ribu di lipatan saku.

Random. Acak. Bingung menjelaskannya dalam satu kata.

Ya, itu tadi, tidak terdefinisi.

Lalu, rasa tak terdefinisi tersebut menjejali otak, menjangkiti seluruh pelosok tubuh, semua panca indra. Suara memorabilia dalam gendang telinga, tayangan salindia di depan pupil mata, hingga aroma berbau kenangan.

Layaknya virus, menggerogoti daya tahan…

Konspirasi Memori tentangmu

Gambar
Konspirasi memori itu jahat, lebih jahat dari ibu kota, yang sebenarnya tak mungkin sejahat itu. Konspirasi memori itu licik, lebih licik dari ibu tiri, pun sebenarnya tak pernah selicik itu.

Lantas, kenapa konspirasi memori itu jahat? Mengapa ia licik?

Ya. Memori dalam otak seperti menebar bisik pada alam sekitar, mengingat ia paling tahu seluruh rahasia yang saya simpan selama ini. Seluruh "buku" yang sengaja saya simpan di tumpukan terbawah pojok ingatan. Ia mengobrak-abriknya lagi, ingin bangkit di etalase teratas, dan memanjat buku-buku itu satu per satu.

Mungkin dia mendendam, kenapa telah diletakkan di tumpukan terbawah. Seakan barang rongsokan. Seakan sampah terbuang.

Bukannya nggak mau, cuma nggak bisa sakit lagi. Nggak bisa terluka lagi, batin saya menggumam.

Tapi, dia tetap tak mendengarnya. Memori berusaha menembus perisai yang berada di gerbang gudang rasa bernama "hati". Ia tetap tak bisa. Saya nggak mau sakit lagi, demikian pesan saya, sebelum…

Dear kamu

Gambar
Dear kamu,
Bukan malaikat. Bukan penyelamat. Bukan tokoh suci. Bukan orang yang mengada-ada akan setia menemani. Bukan pula wajah yang mengumbar senyum imitasi.

Bukan hiperbola romansa. Bukan drama yang direka-reka. Bukan makan malam manis ditemani temaram cahaya. Bukan kisah pangeran berkuda. Bukan cerita puteri berupa sempurna. Bukan dongeng yang berharap jadi nyata.

Bukan pengejar kuantitas. Bukan pengikat berbekal otoritas. Bukan proteksi berakibat depresi. Bukan pula pengekang berlandaskan status relasi.

Bahkan, bukan pengucap rindu. Bukan ekspositas diksi cinta.

Cuma menghapus air mata. Cuma meretas duka. Cuma mengompres luka. Cuma memberi ceria. Cuma pembuat lupa.

Lantas, entah sejak kapan, tetiba bertransformasi.

Menjadi udara panas yang menyembul. Menjadi sel darah merah yang berkumpul. Menjadi obrolan yang mengundang tawa. Menjadi candaan biasa yang membuat bahagia. Menjadi percakapan acak yang menghuni memori.

Dan, dengan ketidaksengajaan pertemuan jari, berujung …

give me a REASON

Right from the start
You were a thief
You stole my heart
And Im your willing victim
I let you see the parts of me
That weren’t all that pretty
And with every touch you fixed them Now you’ve been talking in your sleep oh oh
Things you never say to me oh oh
Tell me that you’ve had enough
Of our love, our love (Chorus)
Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again It’s in the stars
It’s been written in the scars on our hearts
That we’re not broken just bent
And we can learn to love again I’m sorry I don’t understand
Where all of this is coming from
I thought that we were fine
(Oh we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin’
And it’s all in your mind
(Yeah but this is happenin’) You’ve been havin’ real bad dreams oh oh
You used to lie so close to me oh oh
There’s nothing more than empty sheets
Between our love, our love
Oh our love, our love (Chorus)
Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a …

pada paragraf singkat :'(

Gambar
pada paragraf yang begitu singkat.
kau sempat menuliskan bekas luka. disana kau dan aku dahulu dengan tabah menyusun huruf demi huruf sambil membuat narasi yang bahagia. padahal akhir cerita tak bersahabat dengan waktu dan sisa rindu di sela kata terlalu lemah untuk patuh kepada air mataku. tak ada jeda untuk kau tinggal disini. biarkan aku membiarkanmu pergi.
pada paragraf yang begitu singkat, ada ingatan yang berkarat. disana, aku dan kau terperangkap dalam kalimat pasif yang tak paham bagaimana cara menunggu. sedangkan cintamu telah luput di titik terdekat dan langkahku telah lumpuh ditanda tanya terjauh. tak ada celah untukku pergi dari sini.
biarkan aku membiarkanmu kembali.

surat untuk calon mempelaiku~

Gambar
Hey kamu,

Siapapun kamu ---yang kelak ku panggil 'calon pengantin pria'ku.

Hey sayang..

Boleh aku memanggilmu 'Sayang'? Rasanya memanggilmu dengan sebutan 'calon pengantin pria'ku itu terlalu panjang.


Sayang, bolehkah ku bagi ini?

Tentang ketakutanku. Baru saja aku menemukannya, yang lebih seram dari pertanyaan, Kapan?

Sayang, sebaiknya kita jangan terlalu sering bertengkar mulai hari ini sampai sebelum kita menikah nanti. Mau kah kamu mengingatkan aku untuk selalu menepikan ego ku, sayang?

Kita jangan bertengkar lagi ya, berlaku sampai (kalau) kita jadi menikah dan menua bersama nanti.

Sayang, aku hanya takut mantra "Sayang kamu" yang selalu saling kita bisikan sebelum tidur, kehilangan maknanya.

"Sayang kamu" bisikan dengan tatapan kosong dan kecupan di keningku yang terasa dingin.

"Sayang kamu" bisikan yang kehilangan makna, seperti ruang di hatiku tanpa jejak riang langkahmu.

"Sayang kamu." yang pada akhirnya hany…

My fav part

Gambar
My favorite part is the dew, while yours is the sunrise. days left for us, only a few. it's not forever but still nice.

My favorite part is the leaf, while yours is the flower. i never want to leave. but it's also hard to get us together.

My favorite part is the lyric. while yours is the music. the distance makes me sick. but there is no option I can pick.

My favorite part is the sea. while yours is the mountain. I'll never set you free. I'm afraid you won't come back again.

My favorite part is the blue sky. while yours is the white cloud. when you say goodbye, my heart is screaming out loud.

My favorite part is the moon. while yours is the dark sky. please come back soon, before I say good bye.

My favorite part is the dust. while yours is the solid ground. i gave you all my trus, but you just left me a wound.

Masih tentang Hujan

Gambar
Hari ini hujan lagi..! Sang hujan bahkan turun sangat bergerombol. Tiba-tiba, sangat tiba-tiba. Ciri-cirinya hanya mereka memenuhi langit sore ini, sehingga sang matahari pun terdesak oleh gerombolan tetesan hujan yang manis ini. Mungkin mereka mau nonton konser di muka bumi, hujan juga pengen ikutan gaul. Atau mungkin mereka sedih karena para makhluk manusia kerap kali bikin onar. Liatin deh, ujan dateng, perseteruan pun berhenti. Yang ada, para insan egois ini mencari cara untuk melindungi diri. Iya kan? Hujan = tukang lerai. Hujan = anak gaul langit. Hujan = mau seru-seruan di muka bumi. Hujan = sok2an jadi mak comblang. Apalagi ya tujuan para geng hujan ini turun ke tanah tempat kita berpijak? Yang pastinya.... hujan datang untuk membuat kita bahagia... :) So, enjoy the rain,

Pecahan

Hari ini pecahan kaca berserakan lagi di lantai, melukai kakiku yang sudah memucat dan membiru. Sudah hari ke-5 sejak benda-benda tajam ini rajin menyentuh kulitku. Dan aku pasrah, hanya meringis perih, lalu berkata, "ya sudahlah". Lalu lama kelamaan, rasa sakit ini sudah terasa biasa. Aku sudah terbiasa. Bebal. Kebal.

Namun, sejak pecahan kaca itu merasuki pori-pori kaki, sekujur badanku dingin. Bibirku kering. Mataku sayu. Air mukaku sendu. Aku bahkan tak tahu darimana pecahan kaca ini berasal. Dia hanya mendatangkan sebuah mimpi buruk, mengundang air mata, dan memukul kencang perutku dari dalam. Aku mual.

Aku tak mengerti. Apakah aku terkena tetanus? Apakah pecahan kaca ini berbakteri? Ataukan penyakit mematikan berbahaya terkandung di dalam sisi tajam kaca tersebut?

Lalu, aku tak bisa mengerti. Kenapa aku masih ada di tempat ini, menyaksikan pecahan kaca yang melukai setiap pagi? Kenapa aku masih tertawa ketika kakiku terhunus dalam? Kenapa senyum masih terci…

3 Kata itu

Saya suka setiap tiga kata yang kamu ucapkan. Kontennya nggak penting. Yang pasti, kamu melafalkannya cuma dalam tiga kata. Membentuk satu kalimat, berakhir tanda penghabisan, dan tak ada diksi lagi setelahnya. Tiga kata itu bisa berarti: - selamat pagi jelek! - maafin aku ya - Kamu lagi apa? - Udah makan belum? - pasti gak mandi Kalimat berisikan tiga kata tersebut - apapun itu - selalu saya senangi. Asal kamu yang melafalkan. Asal kamu yang mengucapkan. Tapi, tiga kata yang paling saya suka, berarti sesuatu yang seketika membuat saya tersipu malu. Berwajah merah. Menggelitik hati. Menerbitkan senyum tipis. Membuat jantung berdegup cepat. 
Meskipun jarang kamu katakan.

Jarang kamu tuliskan.
Jarang kamu torehkan.
Apa saja isi dari tiga kata itu? Nggak usah dilafalkan deh ya. Kamu pasti tahu. Saya yakin, kamu lebih tahu. :)

-penceritahujan-

sempatkah menepi?

Gambar
365 hari, bukan waktu yang singkat untuk merantau, berlayar di tengah lautan ragam manusia, tenggelam dalam larutan keringat yang bercampur antara orientasi materi ataukah jati diri.
Bila dihitung-hitung, jumlah per sekonnya sudah mencapai: 365 x 24 x 60 x 60. Kalkulasi alat mengeluarkan nominal 31.536.000 detik, yang belum terhitung dengan tambahan persentasi relativitas rasa, di mana 1 detik, bisa saja terasa seperti 1 menit bahkan 1 jam, dan sebagainya.  Dan, dari jumlah tersebut, cuma satu hal yang saya butuhkan: menepi.  Hanya demi beristirahat di sebuah dermaga, cuma sekadar bersandar di sebuah batu karang raksasa, atau menikmati burung camar yang mencoba merunduk lalu mendarat. Hanya untuk memejamkan mata, menengadahkan wajah ke angkasa, lalu merasakan sayup angin sepoi-sepoi yang sedang berkejaran di antara ilalang, lantas terlelap sampai ke sebuah dunia, yang disebut dimensi pikiran manusia. Lalu menghela nafas. Dan merebahkan tubuh. Dan kemudian merasakan bahwa T…

LDR yuhuuu~

Gambar
1. Kesetiaan itu mungkin harus dipertegas dengan tambahan kalimat “sampai kapan?”. 2. Rindu itu, memberikan kesempatan pada hatimu untuk memastikan besarnya rasa sayangmu padanya. 3. Hanya pasangan LDR yang menghargai jarak dan waktu. Mengingat susahnya mereka bersama, tapi tetap saling mencinta. 4. Saat dia tidak lagi menanti balasan sms dan teleponmu,dan tidak lagi menanti kedatanganmu.Mungkin itu saatnya dia telah menemukan yang lain. 5. Ikatan batin adalah ikatan yang dirasakan dengan hati dimana kedua jiwa itu bisa menyatu erat kendati dipisahkan jarak yang sangat jauh. 6. Wahai wanita, cari pasangan kalau bisa yang sekota. jadi kamu nggak akan jauh dari orang tuamu. 7. Long distance itu adalah jomblo yang terikat. 8. Banyak hubungan yang “garing” karena mereka terlalu sering berhubungan lewat chat bb ketimbang menelpon langsung. 9. Pria baru menghargai arti sebuah pertemuan ketika dia sudah sulit bertemu. 10. Meski pacaran jarak jauh, jangan juga terlalu jauh.