Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

dear kamu

Gambar
Kamu, seseorang yang aku jadikan tempat untukku menjatuhkan cinta. Aku bersyukur dipertemukan dengan kamu yang merubah duka menjadi suka, ragu menjadi rindu, dan mimpi menjadi keinginan untuk memiliki.

Faris

Apa sebab saya susah lupa? Luka yang kamu buat, terlalu sempurna. Rindu lebih tidak mengenal durasi. Yang baru saja bertemu, mudah sekali dilanda rindu lagi. Tentang rindu, kesabaranku tidak berfungsi dengan baik. Bukan tentang mempertahankan orang yang salah. Tapi mungkin ada yang salah dari caramu mempertahankan. Tuhan, tolong beri pengertian ke bahagiaku yang sekarang; jika saya dan masa lalu saya sudah selesai. Saya suka hujan. Sebagai penanda bahwa 'kita' pernah ada. Hujan aku anggap sebagai panggung kita dalam berpelukan. Sayangnya, peluk itu belum pernah kita mainkan. Ketika aku bangun pagi, aku memikirkan kamu dan beberapa kemungkinan kapan sekiranya senyum kamu bisa aku nikmati langsung. Aku mengerti aku siapa, sekadar pemilik hati yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan. Kekuranganku memang seharusnya kamu lengkapi. Kekuranganmu, sebisa mungkin aku lengkapi. Kesetiaan akan hebat jika kamu tak pernah memintanya.

quote F!

Kepada kamu pencipta rinduku, tak pernah menyesal merindukanmu. Meski tak sedikitpun berbalas, aku baik-baik saja. Aku memang bukan yang terbaik, tapi kamu beruntung jatuh cintanya sama orang yang tepat. Aku. Sebut saja aku persinggahan. Pelabuhan hatimu dimana tidak ada keinginan untukmu menetap disini. Dari kejauhan, aku tersenyum melihat kamu yang akhirnya dibahagiakan olehnya. Seseorang baru, setelah aku. Jika di akhir penantian kenyataan tidak sesuai dengan harapan, coba diingat.. Mungkin, kita salah dalam memulai. Sebagai seseorang yang pernah kamu peluk, aku nggak rela dia juga tau gimana rasanya kamu peluk. Aku suka caramu bercerita tentang betapa tidak pentingnya masa lalumu. Panggil aku bodoh. Jika aku memilih hidup bahagia, tapi bukan dengan kamu. Rinduku tidak pernah tidur. Dan kepalaku, dibuat penuh tentang kamu. Sial. Jangan tanya kenapa aku bisa sayang, tanya diri kamu kenapa begitu pantas aku bahagiakan. Jemari ini rindu genggaman jemari lain. Jemarimu.

quote misteeerius

Serius atau tidak, bisa kamu lihat dari caraku mempertahankan. Bahu dan pundakku sengaja Tuhan ciptakan sempurna untuk tempatmu bersandar. Inginku melupakan, tak sebesar inginku untuk mengingat. Wajar saja aku susah lupa. Jauh-jauh sebelum menjatuhkan harapan, belajarlah tentang diabaikannya sebuah harap terlebih dahulu. Rindu ini tak tau cara 'bertamu' yang baik. Datang seenaknya, pergi pun enggan. Sederhana saja, berhentilah berpura baik-baik saja. Sedihmu, sedihku juga. Sekiranya senyum kamu itu candu, sungguh tidak menjadi masalah bagiku. Sampai bertemu di masa depan, di mana tiba saatnya kita benar-benar dipersatukan. Panggil aku egois. Terutama tentang kamu, yang tentunya tidak ingin aku bagi dengan orang lain. Mataku terpejam, pikiranku tidak. Semuanya masih tentang kamu. Kebahagiaanku kupikir cukup. Setelah menemukan, dan kemudian mencintaimu sedalam-dalamnya. Begitulah rasanya berharap. Jenuh menunggu, namun enggan meninggalkan.
@misteeerius