Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

PBL MPKTB Penurunan Tanah

Gambar
Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) di Jakarta I.                    Definisi Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) Land subsidence (penurunan tanah) adalah suatu fenomena alam yang banyak terjadi di kota-kota besar yang berdiri di atas lapisan sedimen, seperti Jakarta, Semarang, Bangkok, Shanghai, dan Tokyo. Penurunan permukaan tanah ialah pemerosotan secara bertahap atau anjloknya permukaan tanah secara tiba-tiba seiring dengan pergerakan material bumi. Penurunan ini sering disebabkan oleh tiga hal yang jelas berbeda namun semua prosesnya berhubungan dengan air.  II.                  Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Muka Tanah Secara Umum(Land Subsidence) Penurunan tanah alami terjadi secara regional yaitu meliputi daerah yang luas atau terjadi secara lokal yaitu hanya sebagian kecil permukaan tanah. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya rongga di bawah permukaan tanah, biasanya terjadi didaerah yang berkapur (Whittaker and Reddish, 1989). Berbagai penyebab terjadinya penurunan ta…

Teori Kriminologi Modern

Edwin H Sutherland (1883-1950) Edwin Sutherland membuat 3 kontribusi besar bagi kriminologi; antara laindifferential association theory, the professional thieft,danwhite collar crime.Sutherland melihat differential association theorysebagai teori umum dalam memandang kejahatan, yang dia ilustrasikan dalam studi tentangthe professional thieft.White collar crimemengacu kepada pengaplikasian teorinya pada tingkah laku kelas atas.White collar crimesendiri merupakan pelopor dari teori konflik saat ini. Dalam bukunyaAmerican Sociology Review(Sutherland, 1940), dia menjelaskan definisi dari kejahatan termasuk di dalamnya perilaku ilegal “dari kelas atas, terdiri dari bisnis yang terhormat atau setidaknya dihormati dan orang-orang yang profesional.” (Sutherland, 1973, p.46). Sutherland (1973) mengatakan bahwa dalam teori ini tidak termasuk ke dalam perilaku kriminal dari seseorang di kelas sosial yang rendah seperti bisnis dan orang yang proofesional. Sutherland melalui artikelnya menegaskan bah…

UAS MMI 2014

1.Kearifan Lokal dan Kebangsaan Pada hakikatnya budaya memiliki nilai-nilai yang senantiasa diwariskan, ditafsirkan dan dilakukan oleh masyarakat seiring dengan proses perubahan sosial masyarakat yang terjadi. Menurut Fuad Hasan, budaya Nusantara yang plural merupakan kenyataan hidup (living reality) yang tidak dapat dihindari. Kebhinekaan ini harus dipersandingkan bukan dipertentangkan. Keberagaman ini merupakan manifestasi gagasan dan nilai sehingga saling menguat dan untuk meningkatkan wawasan dalam saling apresiasi. Kebhinekaannya menjadi bahan perbandingan untuk menemukan persamaan pandangan hidup yang berkaitan dengan nilai kebajikan dan kebijaksanaan (virtue and wisdom). Konsepsi ini menunjukkan pentingnya budaya dan nilai nilai yang terkandung dalam kebhinekaan itu untuk membentuk suatu karakter bangsa. Dimana karakter bangsa dibangun atas dasar kebutuhan masyarakat dan juga memperhatikan keragaman budaya dan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa ini. Budaya yang dimilik…